Jika harus ditanyakan kepada semua orang tentang arti sholat buat mereka, mungkin akan kita temukan jawaban sebanyak jumlah manusia di dunia. Sholat bisa dipahami sebagai ritual ibadah kepada Allah, suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar oleh seorang yang mengaku Muslim selama akalnya masih berfungsi. Untuk makna sholat ini saja, masing - masing orang dapat memaknai secara berbeda. Ada yang menganggap kewajiban ini sebagai tanggung jawab yang mesti dipenuhi, terlepas apakah nanti akan memberikan dampak positif atau sama sekali tidak. Tidak peduli apakah nanti sholat mereka terkonversi menjadi pahala atau malah menjadi siksa. Ada juga yang menganggap kewajiban sholat tak lebih dari sebuah beban, dikerjakan agar beban yang menjadi tanggungan mereka segera berkurang.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 November 2010
Sabtu, 23 Oktober 2010
Mencari Ujung Keterbatasan Rasio
Saya ingin sedikit mengulas arah pembahasan tulisan ini, juga dari mana pemikiran ini berawal. Saat di pesantren, awalnya saya begitu menyukai disiplin ilmu tauhid atau Kalam ( teologi dialektika ), yang pada kenyataannya kurang disukai kalangan pesantren sendiri. Karena memang dari sejarahnya pernah terjadi ketegangan diantara pengkaji ilmu Kalam, yang tidak terlahir dari rahim peradaban Islam, dengan para ulama fikih dan hadits, yang lebih dikuti oleh pengkaji ilmu agama, termasuk di kalangan pesantren. Salah satu penyebabnya, Kalam sebagai ilmu yang kemunculannya dipengaruhi oleh filsafat Yunani, memiliki kecenderungan untuk memaksimalkan potensi nalar atau rasio dalam mencoba memahami setiap ajaran Islam, sehingga terkadang harus menemui benturan dengan pemahamn tekstual ayat Qur'an ataupun hadits. Saat itu pemikiran saya hampir didominasi seputar permasalahan - permasalahan yang menjadi kajian ilmu kalam. Tapi seperti kebiasaan saya, saya kurang menyukai dengan segala macam bentuk pemahaman kaku, yang terlalu terikat dengan kaidah baku dalam suatu disiplin ilmu. Kaidah - kaidah itu, bagi saya, hanya berfungsi sebagai landasan berpikir, dipahami dari mana semua itu berasal, kemudian mengembangkannya sesuai maksud kaidah - kaidah tersebut dibuat. Dan pada saatnya, ketika menggabungkan atau menemukan kaidah lain, hasil dari sebuah pemahaman terhadap dalil - dalil yang ada, saya mempunyai semacam kaidah baru sebagai prinsip pemikiran saya.
Senin, 18 Oktober 2010
Selamatkan NU-mu
Sebagai pemerhati NU, ada sekelumit unek - unek yang perlu saya sampaikan, mengenai gelagat masuknya 'virus' liberalisme ke dalam tubuh NU , setelah hanya terdengar terbatas di lingkup 'komunitas' kecil tempat saya meluapkan semua pemikiran dan opini saya.
Dari himpunan informasi dan data yang ada, seperti yang disampaikan dalam pernyataan dan dialog - dialog yang dilakukan JIL ( Jaringan Islam Liberal ), juga diungkapkan pada poin - poin kesimpulan dari proses diskusi JIL dan FKMNU ( Forum Kyai Muda NU ), terlihat bahwa kerangka pemikiran yang membangun ideologi JIL sebenarnya sangat rapuh. Kenyataan ini melemahkan asumsi bahwa tujuan ideologi yang mereka perjuangkan adalah mencari kebenaran sejati. Dan sebaliknya menguatkan dugaan, gerakan mereka sejatinya hanyalah sebuah bentuk propaganda untuk melemahkan dan menghancurkan pondasi-pondasi Islam yang telah berdiri kokoh berabad - abad lamanya dan berkamuflase dengan menggunakan atribut islam untuk menutupi maksud utamanya.
Dari himpunan informasi dan data yang ada, seperti yang disampaikan dalam pernyataan dan dialog - dialog yang dilakukan JIL ( Jaringan Islam Liberal ), juga diungkapkan pada poin - poin kesimpulan dari proses diskusi JIL dan FKMNU ( Forum Kyai Muda NU ), terlihat bahwa kerangka pemikiran yang membangun ideologi JIL sebenarnya sangat rapuh. Kenyataan ini melemahkan asumsi bahwa tujuan ideologi yang mereka perjuangkan adalah mencari kebenaran sejati. Dan sebaliknya menguatkan dugaan, gerakan mereka sejatinya hanyalah sebuah bentuk propaganda untuk melemahkan dan menghancurkan pondasi-pondasi Islam yang telah berdiri kokoh berabad - abad lamanya dan berkamuflase dengan menggunakan atribut islam untuk menutupi maksud utamanya.
Minggu, 17 Oktober 2010
Sokrates, Plato, Aristoteles. Kafirkah ?
Mengikuti pendapat al Ghazali, ada 3 kekeliruan dalam keyakinan filosof yang menjatuhkan mereka pada jurang kekufuran; keabadian alam, pengingkaran pengetahuan parsial bagi Tuhan dan tidak mengakui kebangkitan jasad. Sementara itu yang tertulis dalam literatur disiplin ilmu tauhid ( Teologi ), pengkafiran ini dialamatkan secara umum kepada para filosof. Atau dengan kata lain , secara lahir objek yang mereka ( ulama ) kafirkan, mutlak seluruh filosof yang meyakini salah satu dari 3 pemikiran tersebut. Namun jika dikaji lebih mendalam, pemahaman /pemaknaan secara lahir ini dapat menimbulkan kerancuan dan kontradiksi dalam pendapat mereka sendiri. Sebab fakta bahwa sejarah filsafat sendiri telah dimulai sejak lama dan telah menjadi warisan peradaban bangsa Yunani, jauh sebelum risalah Muhammad s.a .w diturunkan. Dengan begitu kerancuan ini akan tampak ketika kemutlakkan pengkafirkan para filosof kita kaitkan dengan persoalan mengenai ahli fatroh ( masa kevakuman rasul atau tidak pernah menjumpai ajaran agama ).
Sabtu, 16 Oktober 2010
Maaf Kalau Lancang, Tapi Jujur Aku Sayang
"Masih ingat dengan mimpi yang pernah aku ceritakan? Kini aku merasa telah menemukan titik awal untuk mulai merangkai semua impian besarku. Aku telah temukan sosok yang kuyakini sangat tepat menjadi pendamping menjalani kehidupan impianku kelak. Seorang wanita baik - baik, dari keluarga baik - baik, cantik luar dalam, pintar, cerdas, dewasa dalam berpikir dan seorang wanita penuh tanggung jawab, yang nanti akan mampu bersikap bijak membagi perannya sebagai ibu, istri dan hamba Tuhannya dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Tapi sayang kawan, dia harus ditakdirkan terlahir sebagai seorang putri Kiai".
Baris kalimat itu mengalir lembut dari mulut sahabat terbaik 2 minggu lalu. Di awal terdengar celoteh penuh harapan akan hadirnya sebuah kebahagiaan, namun begitu kata 'tapi' dilafalkan, semua itu hilang.
Baris kalimat itu mengalir lembut dari mulut sahabat terbaik 2 minggu lalu. Di awal terdengar celoteh penuh harapan akan hadirnya sebuah kebahagiaan, namun begitu kata 'tapi' dilafalkan, semua itu hilang.
*****
Jumat, 15 Oktober 2010
Penjelasan Singkat Ijtihad
Terkadang ijtihad disalah pahami oleh sebagian kaum muda. Ketika mereka memilih satu pendapat dari dua pendapat atau lebih, dengan mudahnya dia berkata bahwa itu adalah ijtihad. Pada taraf tertentu pandangan keliru ini membuat mereka alergi kepada taklid, yang juga dipandang secara keliru. Kekeliruan-keliruan semacam ini mungkin disebabkan mereka hanya melihat dari sisi bahasa semata
Kamis, 14 Oktober 2010
Konsepsi Kajian Lintas Madzhab Sebagai Solusi Pemecah Problematika Sosial Masyarakat
Sebagaimana diakui banyak kalangan, masyarakat Indonesia - terkhusus kelompok yang mengakui keharusan bermadzhab - mempunyai tradisi yang telah mengakar kuat untuk hanya berpegang pada satu madzhab tertentu dan terkesan menganggap tabu untuk berpindah madzhab kecuali pada keadaan-keadaan yang tidak memungkinkan atau bisa dikatakan dalam kondisi darurat. Kemudian faktor 'dominasi' madzhab Syafi'i sebagai satu-satunya madzhab yang dapat berkembang dan diterima luas oleh masyarakat Indonesia, membuat pendapat dari madzhab-madzhab lain sangat sedikit mendapat kajian, dipertimbangkan menjadi solusi dalam mengatasi problematika sosial. Seandainya diangkatpun seringkali hanya memunculkan pro-kontra dari masyarakat, dan terkadang menciptakan friksi tanpa ada jalan keluar yang bisa mendamaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)



Get Social Share 2.0!